Java Heat

Ekspektasi saya sebelum menonton ini bakalan seru seperti The Raid atau malah lebih eksotis lagi dengan latar kota Yogyakarta nya, tapi menurut saya ada banyak blunder di film ini.

Pertama Jendral Polisi yang katanya seorang Nasionalis malah lebih bangga berbicara bahasa inggris?? sampai sekarang saya masih belum mengerti kenapa Jendral tersebut berdialog atau memerintah menggunakan bahasa inggris ke anak buahnya?? Yang kenyataannya kedua sama-sama orang Indonesia.šŸ˜•

Saya bisa mengerti produser dan sutradara asing yang ada dibalik film Java Heat (2013) sangat berharap agar film ini dapat diterima oleh pencinta film internasional. Tapi seperti melihat film kungfu shaolin dimana biksu dan muridnya berdialog satu dengan yang lainnya dalam bahasa inggris, bukan mandarin. Seperti itu yang saya rasakan.

Kedua saya kurang suka saat melihat pengawal keraton Yogyakarta yang menggunakan kain lurik dan blangkon menenteng senjata AK47 atau sejenisnya. Terlihat aneh! membawa tombak atau keris lebih masuk akal dan pas.

Dan masih banyak alasan yang lain yang sangat mengecewakan saya di film ini.šŸ™‚


(2/5)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s