Merapi..

Jumat lalu gue berkesempatan ke Jogja. Tujuan utama gue ke Jogja buat menghadiri acara wisuda adik gue. Karena bandara Adi Sucipto Yogyakarta masih ditutup gue ke Jogja naik Kereta Api. Sampai di Stasiun Tugu sekitar jam 6 sore. Suasana Jogja pas gue dateng hujan air sebelumnya hujan abu. Karena gelap gue ga belum melihat abu di yang menutupi jalanan Jogja.

Besoknya hari Sabtu cuaca agak cerah, sedikit mendung. Wisuda adik gue tetap diadakan. Gue lihat situasi Merapi di televisi masih menyemburkan awan panas (wedhus gembel) dan mengeluarkan lava pijar. Biarpun dikabarkan masih belum membaik gue tetap ga bisa memantaunya karena Merapi ga kelihatan dari tempat gue berada (biasanya kelihatan). Lokasi gue di jalan Gejayan (sekarang jalan Affandi) sekitar 28 km dari Merapi.

Sabtu sorenya sempat hujan deras sesaat. Gue melihat debu (abu) bertembaran terkena air hujan. Lagi-lagi gue melihat sesaat televisi dan zona aman Merapi masih 20 km. Oh iya sekedar informasi Stadion Maguwoharjo yang sekarang dipakai sebagai barak pengungsi itu deket banget sama Kampus dan kost gue dulu dan menurut gue jaraknya antara 20-25 km dari Merapi.

Minggu siang gue check-out dari hotel dan gue lihat suasana Jogja cerah. Gue agak kecewa juga karena ga merasakan hujan abu haha. Tapi dari dalam hati terdalam gue senang banget keadaan Jogja semakin membaik. Saat di lobby hotel untuk check-out sambil menuggu receptionis gue menonton acara Silet. Yang bikin gue kaget gue denger Fanny Rose bicara “Jogja kota malapetaka”. Dan akan ada Gempa sebagai puncaknya pada tanggal 8 November dan itu radius 60 km. Jujur gue aja waktu mendengar itu merasa sedikit takut ga bisa gue bayangin gimana perasaan pengungsi kalau melihat acara ini. Acara seperti ini memicu kepanikan, dan gue setuju KPI harus menghentikan acara seperti itu.

Selama beberapa hari di Jogja gue melihat situasi semakin membaik. Para pengungsi juga sudah mendapatkan bantuan yang cukup. Gue melihat beberapa teman mahasiswa yang sibuk menyalurkan bantuan ke beberapa titik pengungsian. Dan gue mencuri dengar beberapa kebutuhan mendesak sudah hampir semuanya dipenuhi. Gue appreciate banget ama kerja keras mereka.

Yang membuat gue agak kesal kenapa ya media agak lebay memberitakannya?. Tapi untungnya sekarang media lebih terfokus ke berita Gayus yang tertangkap kamera sedang menonton tenis di Bali😆.

Semoga Merapi semakin membaik.. bukan biar Obama jadi ke Indonesia tentunya, tapi untuk ribuan pengungsi agar bisa kembali ke rumahnya dan memanfaatkan dampak positif yaitu tanahnya yang semakin subur.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s