Sekretaris..

Gue ada cerita lucu neh dari temen gue, semoga menghibur..😀

Alasan Kenapa Sekretaris Saya, Saya Pecat…

Tidak semua sekretaris mempunyai pikiran sama dengan bossnya…..:) alasan kenapa sekertaris saya pecat !! (pengakuan seorang teman)

Message:
Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan moodku  tidak  terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang” dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun. Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun.


Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih. Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku “Selamat  pagi Boss, Selamat Ulang Tahun”. Dan akhirnya aku merasa sedikit  terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.

Aku  bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku  dan berkata “Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi  makan  siang, hanya kita berdua”. Aku berkata “Wow, itu adalah perkataan yang  luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi”. Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana kami  biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami  memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami. Dalam  perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, “Anda tahu ini adalah hari  yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan ?”. Tidak  perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk  mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, “Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar  lebih nyaman”. Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar  tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang  tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan  kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana.  Di sebuah sofa panjang,……. telanjang tanpa sehelai benang…


One comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s