Aku Tahu Kamu Bohong..

Jakarta, 19 April 2009.

Setelah bertemu denganmu hari ini, aku semakin yakin.. kamu juga mencintaiku..

Matamu tidak bisa berbohong, dan senyummu menyiratkan sejuta makna..

Aku tahu ketika melihat mata-mu hari ini, walaupun kamu pintar menyembunyikan perasaanmu itu. aku yakin kamu merasa senang dan bahagia bisa bertemu aku hari ini.

Aku tahu ketika melihat senyum lebarmu kepadaku yang nampak kaku itu, di dalam hatimu kamu merasa menyesal menerima dia jadi pacarmu bukannya diriku.

Aku tahu kamu bingung ketika dia menyatakan cintanya kepadamu. Kamu bingung apa dia yang selama ini kamu cari atau aku. Dan kamu membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menerimanya karena menunggu pernyataan cintaku yang tak kunjung datang.

Aku tahu alasan kamu menolak ajakan nonton dariku dengan kata yang menyakitkan hati: ‘kayanya ga bisa deh, maaf ya^^’ itu menandakan kamu telah telanjur menerima ajakan orang lain. Dan kamu merasa menyesal menerima ajakannya. Kamu bingung, kamu telah dibutakan sesaat oleh rayuannya.

Aku tahu kamu merasa senang walaupun kamu berpura-pura cuek bila aku peduli denganmu ketika aku hafal jadwal kuliahmu, selalu menyemangatimu saat sibuk banyak tugas, menyuruhmu tidur cepat atau mengingatkanmu agar jangan lupa makan.

Aku tahu ketika kamu duduk berdua dengan dia dan kamu melihat aku duduk beberapa baris dari tempat dudukmu kamu menjadi salah tingkah. Kamu pun curi-curi pandang melihatku.

Aku tahu ketawamu dibuat-buat ketika bercanda dengan dia saat kamu tahu aku memandangimu dari jauh.

Aku tahu kamu melepas gandengan tangannya ketika kamu menyadari aku melihatmu dari belakang.

Aku tahu kamu berkata ‘dah..dah..’ ke aku itu menandakan kamu tidak ingin jauh dariku dan ingin segera bertemu denganku lagi.

Aku tahu ketika kamu online dan beberapa saat aku online kamu langsung offline itu menandakan kamu sedang menungguku dan merasa lega ketika aku sudah online.

Aku tahu kamu membuka Friendster setiap hari dan yang kamu buka adalah ‘who’s viewed me’ karena kamu ingin tahu apakah aku hari ini membuka profile Friendstermu atau tidak.

Aku tahu kamu sudah menemukan alamat Facebook aku. Dan kamu tidak segera nge-add karena kamu ingin merasa bebas melihat status, comment dan wall Facebook-ku.

Aku tahu kamu pasang internet di kostmu karena kamu merasa butuh. Selain butuh untuk kuliah juga kamu butuh chatting denganku. Karena kamu merasa hanya aku yang bisa menyemangatimu.

Aku tahu mengapa kamu tidak menyapaku duluan di YM. Karena di dalam benakmu hanya ada satu kalimat ‘lagi ngapain?’ itu menandakan kamu bener-bener peduli denganku, ingin tahu segala aktivitasku.

Aku tahu mengapa kamu butuh waktu yang lama ketika membalas SMS aku. Karena kamu memilih kata-kata yang terbaik untukku dan sedemikian rupa kamu buat agar butuh balasan dariku.

Aku tahu mengapa kamu tidak membalas SMS ucapan selamat tidur dariku. Karena kamu kehabisan stock SMS indah buat membalasnya.

Aku tahu kamu memanggil namaku bukan dengan sebutan ‘paul’ atau ‘paulus’ seperti teman-temanku yang lain. Tapi dengan suara yang manja kamu memanggilku ‘yansen’, karena kamu ingin merasa spesial di hatiku.

Aku tahu ketika aku menyapamu di YM, ‘lagi ngerjain tugas y?’ dan kamu dengan cepat membalas ‘yup^^’ atau ‘kok tahu sih^^’ itu menandakan kamu sedang cemas menungguku online dan sangat berharap aku menyapamu.

Aku tahu ketika kamu membaca status ‘busy’ YM-ku kamu merasa gelisah dan beberapa menit kemudian kamu offline. Karena kamu merasa sia-sia online, karena aku sibuk dan pastinya tidak akan menyapamu.

Aku tahu ketika aku chat dan bilang kepadamu ‘semangat ya! kamu pasti bisa kan kamu pinter hehe’ dan kamu jawab ‘makasih banget yah..’ itu menandakan kamu sangat senang dan bahagia saat aku menyemangatimu.

Aku tahu mengapa tiap minggu kita selalu bertemu di Gereja dan kamu tidak mengajak dia bersamamu. Itu karena kamu ingin bertemu denganku, dan kamu berpikir satu-satunya kesempatan untuk bertemu denganku hanya di Gereja. Dan kamu tidak mau terganggu dengan kehadirannya.

Aku tahu mengapa saat kita jalan bersama dengan teman-teman yang lain kamu selalu duduk disampingku karena kamu merasa hangat bila didekatku.

Aku tahu jantungmu berdetak kencang ketika kamu melihatku dari jauh dan semakin kencang ketika aku berjalan mendekatimu.

Aku tahu ketika kita jalan kaki bersama kamu selalu memilih berjalan di depanku dan kamu tidak mendengarkan oborolan teman di sebelahmu karena kamu diam-diam senang mendengarkan dan memperhatikanku berbicara di belakang.

Aku tahu ketika aku mengajakmu berbicara mulutmu menjadi kelu, dan kamu tidak tahu apa yang diucapkan beda yang ada dipikiranmu karena kamu terlalu terpesona denganku.

Aku tahu di lubuk hatimu yang paling dalam, kamu sangat mencintaiku juga..

Aku tahu kamu merasa menyesal telah menerima dia. Menyesal telah mempermainkannya. Karena di hatimu hanya ada aku.

Aku sedih kamu terus-terusan membohongi dirimu sendiri. Menyimpan perasaanmu kepadaku.

Aku akan selalu menunggumu hingga kamu siap menjadi pacarku. Dan bila waktu itu tiba, segera hubungi aku..


7 comments

  1. sen tambahin di profil situs jejaringmu

    1.bokis
    2.kepedean akut
    3.GR yang membabi buta
    4.sok tau ngalahin google
    5.sok peramal ngalahin mama laurent
    6.ga semua yang lu denger itu betul hahahah
    7.ngurangi hampir 100% napsu makan anak gadis orang

  2. @ako: iy neh ko, gw jg heran kok bisa y gw pede banget ky gtu.. haha..

    @handi: okay gan.. haha..

    @yulius: ga juga yul, biasanya gw minder kok.. kemaren aja lg kerasukan setan jadi ky gtu haha.. btw kok lu tau blog gw sih? tau dr mana?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s